Kamis, 10 September 2009

detikcom : Ormas Islam dan Pemerintah Harus Desak Obama Bubarkan Penjara Guantanamo

title : Ormas Islam dan Pemerintah Harus Desak Obama Bubarkan Penjara Guantanamo
summary : Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta seluruh ormas Islam dan pemerintah Indonesia agar mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Barack Obama untuk membubarkan penjara Guantanamo. Alasannya, pembubaran penjara bagi teroris ini merupakan janji Obama dalam kampanyenya selama ini. (read more)

detikcom : Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Telah Dihilangkan

title : Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Telah Dihilangkan
summary : Departemen Kesehatan (Depkes) memastikan unsur babi dalam vaksin meningitis telah dihilangkan. Karena itu vaksin tersebut halal. (read more)

detikcom : Menkes: Vaksin Meningitis Halal

title : Menkes: Vaksin Meningitis Halal
summary : Haram atau tidaknya pemberian vaksin meningitis� belum diputuskan oleh MUI. Namun, Menkes menegaskan vaksin meningitis yang mengandung enzim babi halal digunakan. (read more)

Minggu, 25 Januari 2009

JK Minta Restu di Ponpes LDII

Samsul Hadi - detikPemilu

Kediri - Menjelang pemilu, berkunjung ke pesantren identik dengan minta restu. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat mampir ke Ponpes LDII, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri.
"Jika pimpinan dan warga LDII berkenan, tentunya doa restu untuk kami dari Partai Golkar, termasuk untuk seluruh caleg kami adalah suatu hal yang sangat berharga," kata JK dalam sambutannya, Jumat (23/1/2009).

JK juga sempat melontarkan joke politik. Hal tersebut disampaikannya saat diminta meresmikan menara masjid Ponpes LDII, yang pada bagian ujungnya dilapisi emas dan tampak berwarna kuning. "Lagi-lagi kuning ada di puncak," ujar JK disambut gelak tawa tamu undangan.

Masih ada guyonan JK yang lain. Menurutnya, warna kuning adalah yang paling menarik untuk dinantikan. "Makanan kita beras yang sebelumnya adalah gabah dan berwarna kuning. Meski sebelumnya hijau, tetap saja perubahan menjadi kuning sangat ditunggu," ujarnya, lagi-lagi disambut gelak tawa tamu undangan.

Secara terpisah, pengasuh Ponpes LDII, KH.Abdullah Syam, saat dikonfirmasi terkait permintaan doa restu JK mengaku belum dapat memastikan dukungannya. Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya memiliki tradisi demokrasi yang kuat dan tidak bisa meminta warganya patuh dengan segala perintah atasan.

"Wajar kalau lembaga dakwah seperti kami banyak dimintai doa restu oleh pejabat, termasuk beberapa petinggi Partai Golkar. Tapi siapa yang akan didukung, kami pimpinan akan menyerahkan sepenuhnya kepada warga," kata Abdullah.

Menurut Abdullah, sebelum JK secara resmi meminta doa restu, petinggi Partai Golkar lain juga sempat datang dengan tujuan yang sama, antara lain Akbar Tandjung. Ha itu mudah terjadi, karena di masa kepemimpinan Orde Baru, Ponpes LDII merupakan bagian dari Golkar.

"Meski demikian, sama seperti saya utarakan tadi, untuk keputusan siapa yang akan dipilih, kami serahkan sepenuhnya kepada warga. Kami percaya mereka pandai untuk menentukan pilihan," ungkap Abdullah. ( nrl / nrl )
Sumber : Detik.com

Senin, 29 September 2008

9 Titik Dipantau untuk Tentukan Hilal 1 Syawal

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Departemen Agama (Depag) rencananya akan menggelar sidang isbat untuk menentukan penetapan 1 Syawal. Namun sebelumnya dilakukan pemantauan datangnya hilal di 9 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Pantauan detikcom di Gedung Depag, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (29/9/2008) tampak hadir Menag Maftuh Basyuni, Menkom Info M Nuh, serta beberapa organisasi seperti dari Bosscha, dan beberapa organisasi islam.

Ada pun 9 titik yang dipantau yakni Lhok Nga di Aceh, Bosscha di Lembang, Masjid Agung Semarang, Condrodipuro di Gresik, Tanjung Kodok di Lamongan, Mal GTC Tanjung Bunga di Makassar, dan di Kupang NTT.

Pemantauan hilal atau melihat awal bulan ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, lepas itu rencananya akan digelar sidang isbat pada pukul 19.00 WIB.(ndr/ken)

Sumber : Detik dot Com

7 Titik Pemantau Hilal Tak Bisa Melihat Bulan

Jakarta - Memasuki hari ke-29 Ramadan, di 7 titik pemantau hilal tidak terlihat adanya bulan baru. Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pemantauan 7 titik hilal di Indonesia itu telah dilaksanakan hari ini. Berdasarkan hasil sementara sidang isbat yang berlangsung pada Senin (29/9) di Departemen Agama, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, dari semua lokasi yang dipantau tidak terlihat adanya hilal atau bulan.

Karena Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Lebaran jatuh pada 1 Oktober 2008.

Seperti di NTT, pengamat di sana tidak bisa melihat hilal meski cuaca sangat bagus. Hingga matahari terbenam, alat teropong bulan tidak bisa melihat posisi hilal.

Sementara di daerah Aceh di Lok Ngah, yang cuacanya tertutup mendung tebal, peneropong tidak bisa melihat hilal. Begitu juga 5 daerah yang lain, seperti Bosscha Lembang Bandung, Masjid Agung Semarang, Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, dan Mal GTC Tanjung Bunga Makassar.

Selain disebabkan cuaca buruk, di beberapa lokasi hilal tidak bisa dilihat karena posisi hilal sangat dekat dengan matahari. Hal ini terjadi di Bosscha Lembang Bandung, karena posisi bulan di atas matahari sehingga bulan masih tertutup cahaya matahari. Demikian juga di daerah Tanjung Kodok Lamongan.(ken/ndr)

Sumber : Detik dot Com

Saya Meneteskan Air Mata atas Perlakuan Mereka

K.H. Qaimoeddien Thamsy, SH. - Tokoh Ulama dan Pengurus Pusat Syarikat Islam Indonesia, Tokoh Islam Indonesia Timur, Ketua MUI Jakarta Pusat

Perkenalan saya dengan LDII belum terbilang lama, tetapi sebelumnya saya mengenal betul Islam Jama’ah. Mulai dari awal kelahirannya, bahkan sampai mengetahui dan mengenal jama’ah LDII. Saya pernah terkontaminasi dan terpengaruh dengan ajaran Islam Jama’ah. Bahkan, saya pernah masuk di dalamnya dan mendakwahkan Islam Jama’ah sewaktu masih muda, sekitar tahun 1960-an di Malang, Jawa Timur.

Pada mulanya Islam Jama’ah bernama Darul Hadits. Saya memahami betul masalah itu, dan Saya pun dikenal dengan baik oleh kalangan Islam Jama’ah. Sewaktu adik saya masuk Islam Jama’ah, ia marah habis-habisan, karena kelompok ini dipandang oleh masyarakat luas sebagai aliran sesat. Adik saya adalah seorang anggota TNI Angkatan Laut di Surabaya, dan atasannya adalah R.E. Martadinata, seorang tokoh Islam Jama’ah yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut. Dengan menggunakan pengaruhnya, ia mengajak anak buahnya untuk masuk Islam Jama’ah, di antaranya adik saya.

Pada tahun 1967, saya pergi ke Jakarta. Oleh adik saya, saya dibekali surat supaya bisa masuk ke Tawakkal (nama sebuah jalan di Jakarta tempat Islam Jama’ah berpusat). Saya masuk ke sana dan sempat memberikan ceramah-ceramah. Saya sempat ikut pengajian-pengajian di sana. Wah sesat juga, komentar saya waktu itu. Pada awalnya, saya sempat diterima, tetapi masih dicurigai juga. Akhirnya, saya terdepak dan mulai saat itu berhadapan langsung vis a vis dengan mereka.

Mulai saat itu, di Jakarta sudah berkembang pertama di Tawakkal. Saya tahu betul, dan saya kembali ke Surabaya. Saya suruh adik saya keluar karena beberapa ajarannya, seperti masalah nikah, masalah jenazah, masalah orang tua, bahaya sekali. Dan manqulnya itu jelas. Pokoknya yang aneh-aneh. Sebagai orang muda, pada waktu itu saya umur 26 tahun, saya dilarang oleh Bapak K.H. Dalai Umar, tokoh ulama pada waktu itu.

Pada tahun 1990, atas dasar pidato pengarahan Rudini selaku Menteri Dalam Negeri, dan Sudharmono SH selaku Wakil Presiden LEMKARI mengubah namanya menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dikarenakan nama LEMKARI memiliki kesamaan singkatan dengan Lembaga Karatedo Indonesia. Kedua arahan pejabat pemerintah tersebut dan masukan baik pada sidang-sidang komisi maupun sidang paripurna dalam Musyawarah Besar IV LEMKARI tahun 1990, selanjutnya perubahan nama tersebut ditetapkan dalam Keputusan MUBES IV LEMKARI No. VI/MUBES-IV/LEMKARI/1990, Pasal 3 yaitu mengubah nama organisasi dari Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat LEMKARI menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang disingkat LDII.

Pada waktu mereka ingin bertemu Bapak Fauzi Bowo (waktu masih menjadi Wagub) karena mereka akan mengadakan Rakerda waktu itu, lantas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang dan Linmas) mengundang saya. Saya selaku pribadi datang kesana. ”Ini apa-apaan. LDII itu jelas kotor.” Saya bilang kepada Bapak Fauzi Bowo, ”jangan datang.”

Kemudian saya diundang ceramah di masjid mereka dengan Camat setempat. Sewaktu ceramah saya bilang, setelah saya pergi dari sini (tempat duduk saya dengan Bapak Camat) dibersihkan, nanti akan berhadapan dengan saya. Lalu mereka ketawa ha ha ha. Karena mereka itu belum tahu Islam Jama’ah tahun 1960-an, termasuk Gunawan dkk dan pengurus Masjid. Saya minta kalau memang betul-betul berubah, buktikan.

Saya katakan kepada mereka, apakah bisa jadwal ceramah/khutbah di masjid kalian, kita barter? sehingga kita bisa ceramah/khutbah di masjid LDII. Saya tunggu, dan itu mereka lakukan. Bukan hanya saya yang memberikan ceramah, tetapi Saudara Mabrur Abduh dan Arif juga memberikan ceramah di kalangan LDII Jakarta Utara.

Mencuci Masjid waktu Islam Jama’ah pernah saya lihat, tetapi di LDII sama sekali tidak. Orang kan semuanya terbius dengan pengalaman masa lalu. Selama sudah merubah paradigmanya, saya pernah tunjuk mereka, mana buktinya, mereka bohong. Saya pernah ketemu dengan Bambang Irawan. Sebenarnya mereka cuma dengar-dengar, cerita-cerita pengalaman masa lalu, karena mereka tidak pernah terjun langsung. Saya tidak percaya jadinya. Banyak muballigh-muballigh yang mengekspose hal-hal yang ”katanya dan katanya.” Seharusnya mereka terjun langsung, ia buktikan, ia cari di mana sumbernya. Saya pernah marah dengan Pak Ardani dan Pak Hamdan (Pengurus MUI Jakarta) dengan ungkapannya, tetapi saya minta untuk membuktikan, bukan katanya. Jangan sampai jadi fitnah. Ini pengalaman masa lalu. Kasihan mereka, sekarang sudah ada perubahan paradigma.

Saya beri contoh begini. Pernah mereka (orang LDII) ke rumah. Istri saya itu kan trauma, karena pada tahun 1970-an saya punya pengajian di Grogol, kemudian masuklah Islam Jama’ah ini, lalu mereka terbawa sakit hati kita. Banyak anak kita yang masuk ke sana, lalu dia katai habis-habisan kepada tokoh LDII, waktu mereka datang ke rumah. Mereka mengatakan, ”Begitu ya Bu bahwa LDII itu begitu-begini… Bukan begitu ajaran LDII Bu… Kalau seperti itu, kami akan keluar sama sekali, tidak ada Pak Thamsy, tidak ada seperti yang Ibu katakan tadi. Masalah Islam Jama’ah kami tidak tahu, mengkafirkan orang, kawin tidak sah karena dinikahi begitu saja, masalah tobat pencucian dosa, dan sebagainya, itu tidak ada” Saya sering berhubungan dengan orang LDII, bahkan di rumah saya mereka sering datang.

Kesan saya terhadap LDII sangat luar biasa. Ukhuwah ada di LDII dan saya tidak muja-muji luar biasa tentang kedisiplinan, rokok diharamkannya, salaman dengan perempuan yang bukan muhrim tidak diperbolehkan. Hebat! Mereka kalau memuliakan tamu memang luar biasa. Saya kan pernah ke Batam. Luar biasa mereka memuliakan tamu. Sampai saya meneteskan air mata atas perlakuan mereka kepada kami berempat.
Sumber: http://afternewparadigm.blogspot.com

Jangan Memvonis Karena Kenyataannya Sudah Berubah

K.H. Azhari Abas - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau

Memang, dulunya LDII dianggap eksklusif. Tapi yang terakhir kita lihat, apalagi hasil Rakernas baru-baru ini, tidak. Makanya hasil Rakernas harus disosialisasikan. Kalau saya lihat, penyimpangan sudah tidak ada lagi. Sekarang, secara garis besar sudah tidak ada lagi. Cuma sekarang kita harapkan agar LDII harus mampu sosialisasikan ke masyarakat.

Kalau saya lihat untuk selama ini, karena saya dekat dengan Ketua LDII Batam. Cuma emang saya harapkan, tokoh-tokoh LDII harus mampu sosialisasikan hasil Rakernas. Memang saya akui bahwa ada sebagian masyarakat yang masih berbekas eksklusifnya. Mereka siap ikuti imam siapa saja. LDII yang dulu eksklusif, sekarang malah yang paling aktif. Di mesjid LDII juga, bukan hanya saya yang sudah kenal baik dengan tokoh LDII, tapi juga banyak yang lainnya. Sudah tidak ada masalah lagi. Orang LDII juga sudah shalat di mana-mana. Sudah bermakmum ke mana-mana, sudah berimam ke mana-mana.
http://afternewparadigm.blogspot.com

NU, LDII dan PKS Santuni Yatim dan Lansia

Ratusan anak yatim piatu dan lansia memperoleh santunan dari sejumlah organisasi di Kabupaten Demak. Semalam, NU dan LDII Mranggen telah menyantuni 75 anak yatim dan lansia di Masjid Baitunnaim, Kembngarum Mranggen. Sedangkan Sabtu pagi tadi, Paguyuban Keluarga Sejahtera (PKS) Sedyo Basuki Demak juga melakukan hal yang sama, di kediaman almarhum H Zaenuri Eksan di Jalan Bhayangkara 31 Demak.

KH Abdurohman, ketua panitia mengatakan, pemberian santunan ini dalam rangka menyambut 10 Muharam. Adapun kerja sama warga NU dan LDII Kecamatan Mranggen dalam menyantuni yatim piatu akan dilakukan secara berkesinambungan. Bila dibanding tahun lalu, jumlah penerima santunan kali ini lebih banyak.

Sedangkan Supardi SSos MSi, Ketua LDII Kecamatan Mranggen menambahkan, LDII memperhatikan lingkungan. Terlebih lagi terhadap yatim piatu. Meski jumlah santunan relatif kecil, namun diharapkan bisa meringankan beban mereka.

“Pemberian yang sudah berlangsung beberapa tahun ini, ke depan diharapkan bisa lebih baik lagi. Sebab, pemberian santunan kepada yatim piatu dan lansia merupakan langkah positif,” tambahnya.

Kerja sama warga NU dan LDII Mranggen kedepan bisa lebih ditingkatkan. Bahkan diharapkan bisa berlangsung hingga hari akhir nanti. “Kerukunan sesama muslim terus dijalin dan ditingkatkan. Sehingga bisa berbuat lebih banyak untuk sesama. Karena orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain,” ujarnya.

Sementara Ketua MUI Mranggen, KH Sonhaji Sulaiman yang hadir dalam acara itu menjelaskan, kerja sama kemanusiaan yang dilakukan NU dan LDII patut dicontoh. Karena sesama muslim memang harus begitu. Terlebih lagi kedua organisasi ini peka terhadap keadaan lingkungan.

“Kerukunan ini bisa lebih ditingkatkan, dengan cara mengendeng organisasi lain. Meski tidak muslim asal tidak memusuhi Islam, tak ada salahnya bila kita ajak kerja sama dan kita rangkul,” pungkasnya.

Sedangkan santunan kepada 40 anak yatim diserahkan langsung oleh Ketua PKS Sedyo Basuki Siti Nurhayati, disaksikan Ketua RT 06/07 Kelurahan Bintoro Hadiri SPd dan segenap warga Bhayangkara.

Pada saat sama masyarakat Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu di Masjid Al Mutaqin, yang dilanjutkan dengan pengajian umum.

Ketua panitia KH Abu Mansur menyampaikan, dana santunan yang diberikan kepada para yatim merupakan sumbangan para jemaah masjid dan sejumlah donatur.

Sementara Kapolres Demak AKBP Eko Indra HS memeringati Hari Asyura dengan mengajak puluhan anak yatim ke tempat rekreasi. Selain memberikan hiburan sambil mengisi liburan sekolah para anak yatim, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak personel polres tentang cara berbagi dengan sesama. Sebagaimana makna tersirat dari Lebaran Yatim itu sendiri. ssi/Jon (http://www.wawasandigital.com)

Islam tak Mengajarkan Kekerasan

Benturan peradaban Barat dan Timur bisa menciptakan energi positif. Saling tahu dan saling belajar. Negatifnya, malah menciptakan sentimen agama.

Di Indonesia benturan peradaban berbuah manis sekaligus getir. Ketika bangsa Indonesia mengejar ketertinggalan teknologi, justru muncul gerakan anti Barat. Anehnya, bila diperhatikan, gerakan itu justru memberikan stigma negatif dalam relasi agama-agama. ”Realitasnya, banyak tindakan yang bisa diidentifikasi sebagai gerakan anti-Barat yang kenyataannya adalah antiagama lain,” kata Prof Dr Nur Syam MSi, Sosiolog IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Akhir-akhir ini, juga terdapat perkembangan menarik dari kehidupan sosial, politik, dan agama pada masyarakat Indonesia. Dulu, masyarakat ini dikenal dengan budayanya yang adiluhung dan mengedepankan kerukunan, harmoni, dan selamat. Inti filsafat hidup tersebut kurang terlihat dalam praktik kehidupan masyarakat. Banyak konflik horizontal yang terjadi di mana-mana. Konflik antarsuku, desa, politik, dan agama terjadi di banyak wilayah.

Realitas empiris tersebut membenarkan berbagai survei yang mengeksplorasi tentang kecenderungan kekerasan di negeri ini. Berdasar survei bahwa 61,4 persen setuju untuk memerangi orang nonmuslim, 49 persen setuju membela perang dengan nonmuslim, 47 persen setuju pelarangan Ahmadiyah, 20 persen setuju dengan bom Bali, dan 18 persen setuju perusakan gereja.

Ketika Anda membaca data itu, terdapat pertanyaan besar, benarkah tabiat masyarakat Indonesia yang sarat kelemahlembutan, kesopanan, dan penghargaan kepada yang lain sudah berubah sedemikian drastis?

Betapa besar angka 61,4 pesen untuk menyetujui memerangi orang nonmuslim dan betapa mengagetkan angka 20 persen yang menyetujui bom Bali dan 18 persen setuju perusakan gereja. “Marilah angka-angka itu kita baca dengan hati nurani. Sebab, agama berurusan dengan hati nurani. Ketika mau memutuskan sesuatu, yang paling urgen adalah bertanya kepada hati nurani. Melalui hati nurani, sekurang-kurangnya akan dapat dinyatakan bahwa merusak, menghancurkan, dan membunuh bukanlah tabiat ajaran agama mana pun,” Kata Nur Syam. Bahkan, menurutnya, Nabi Muhammad SAW selalu mewanti-wanti agar dalam peperangan sekalipun, jangan membunuh perempuan, anak-anak, orang-orang yang lemah, merusak tempat tinggal, dan tempat ibadah.

Pemeluk agama apa pun menginginkan kedamaian, bukan konflik. Kedamaian adalah inti agama. Islam juga bermakna kedamaian. Karena itu, ketika seseorang beragama tetapi di dalam hatinya terdapat kecenderungan untuk melakukan kekerasan, dia telah terjauhkan dari pesan agama untuk memakmurkan kemanusiaan. Teologi agama apa pun pasti membenarkan agamanya sendiri. Namun, jangan dilupakan bahwa manusia hidup dengan manusia lain yang memiliki pilihan-pilihan keyakinan di dalam kehidupannya. Maka, memberikan tempat lain untuk hidup adalah sebuah kewajiban. Ada sebuah kesepakatan pro-eksistensi, bukan hanya co-eksistensi.

Pada akhir-akhir ini, banyak tindakan untuk merusak, menghancurkan, dan membumihanguskan apa saja yang dianggap berlainan. Masdar Farid Mas’udi, pengamat sosial, berpendapat agar bangsa Indonesia menghentikan berbagai macam kekerasan atas nama ”kesesatan” dan ”pengafiran”. Tindakan seperti itu justru akan menghasilkan pandangan buruk yang tidak menguntungkan Islam sebagai agama yang mengusung jargon rahmatan lil’alamin. Jadi, meski kehidupan ini terasa menyesakkan, tetap masih ada ruang untuk saling berbagi. (Sumber: Nuansa Online)

Komandan Kodim Menghadiri Pengajian LDII Jember

Pada saat pengajian umum warga LDII di Masjid Al-Mansyurin Kec. Patrang Kab. Jember, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. Seno Aji, berkesempatan mengikuti pengajian Al-Qur’an yang dipandu Ustad Abdul Syukur Taufiq.


Dalam sambutannya beliau mengungkapkan, “Makna Al-Qur’an yang disampaikan Ustad Abdul Syukur, menambah keyakinan saya, bahwa kan­dungan Al-Qur’an penuh rahmat. Untuk itu mari kita tingkatkan harmonitas sosial dan kerjasama sesama ormas Islam, agar generasi muda Indonesia memiliki semangat juang dan semangat persatuan seperti para pahlawan kita dulu” . Dalam acara itu Seno Aji sekaligus berpamitan kepada warga setempat karena mendapat amanah baru di Mabes Angkatan Darat.

Apakah Lailatul Qodar itu?

Lailatul qodar artinya adalah malam yang berpangkat. Malam yang mempunyai derajat yang tinggi bila kita memanfaatkannya untuk beribadah. yang berhak mendapatkan pahala lailatul qodar adalah orang yang bersungguh-sungguh beribadah, berdoa, sholat, berdzikir, dan amalan ibadah lainnya selama 10 hari malam terakhir bulan romadhon dimulai dari awal malam sampe waktu sahur. Di hadist disebutkan, doa yang sebaiknya dibaca sebanyak-banyaknya saat Lailatul Qodar yaitu: “Allohumma innaka afuwun karim, tuhibbul afwa fa’fuanni”, yang artinya “Ya Alloh, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha mulya, senang Engkau pada pengampunan, maka ampunilah aku”.

Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim: Dari Ali bin Urwah, Nabi Muhammad SAW pernah bercerita bahwa ada 4 orang dari kaum Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun dan tidak pernah menentang kepada Alloh meski sekejap matapun, 4 orang tersebut adalah Nabi Ayub, Nabi Zakaria, Hizkil bin ‘Ajuzz dan Yusa’ bin Nun. Mendengar cerita Rasulullah tersebut Ali bin Urwah kaget keheranan terkagum-kagum betapa hebatnya ibadah ke 4 orang Bani Isroil tersebut.

Sesaat kemudian malaikat Jibril datang menghampiri nabi Muhammad SAW, lalu berkata: “Hai Muhammad lihatlah kaum Engkau, betapa terheran-herannya mendengar cerita Mu tentang ke 4 orang Bani Isroil itu padahal sesungguhnya Alloh telah menurunkan yang lebih baik dari itu (Ibadah ke 4 orang Bani Isroil selama 80 tahun tanpa menentang Alloh sekejap matapun).”

Kemudian kepada nabi Muhammad SAW Malaikat Jibril membacakan wahyu Alloh SWT (QS. Al-Qodr). Selanjutnya malikat Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Lailatul Qodr ini lebih afdhol dari apa yang Engkau dan umat Engkau herankan atas ibadah ke 4 orang Bani Isroil itu.” Serta merta Nabi Muhammad dan para sahabat saat itu merasa senang tak terkira.

Subhannalloh, meski kita kaum akhir zaman yang nota bene lemah diberi kesempatan oleh Alloh untuk meraih keutamaan yang lebih besar dengan usaha yang lebih mudah dan ibadah yang lebih ringan jika dibanding kaum-kaum terdahulu yang kuat dan tentunya ibadahnya juga sangat luar biasa itu.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak dan menyeru kepada segenap muslimin dan muslimat untuk meramaikan masjid dengan ibadah dan amal sholeh dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan ini tanpa melewatkan 1 malampun, dengan harapan Lailatul Qodr dapat kita raih. Mari persiapkan diri kita masing-masing, fisik maupun mental, fokuskan segala perhatian dan waktu 10 malam terakhir ini, ITIKAF di Masjid itu lebih baik.

Sumber : Blog LDII

Acara I’tikaf dan Sahur Bersama Muda-Mudi PAC LDII Kramatwatu


Kramatwatu : 29 September 2008 Jam 00.00 dini hari melakukan acara i’tikaf dan sahur bersama. Di hadiri oleh Ketua PAC LDII Kramat yaitu Bpk. H. Unasa beserta tokoh ulama setempat dan sekitar 50 Muda-Mudi Kramatwatu, acara ini bertujuan guna meningkatkan keakraban, kekompakan sesama pemuda dan pemudi dilingkungan PAC LDII Kramatwatu, tahun lalu pemuda-pemudi kramatwatu mengadakan Buka Puasa bersama tapi kali ini biar berkesan di bulan Romadhon maka diadakan acara semacam ini.

Menurut Bpk H. Unasa Ketua PAC LDII Kramatwatu mengatakan “kegiatan ini semestinya menjadi ajang para pemuda-pemudi untuk lebih belajar mendewasakan diri dalam bersikap karna adik-adik disini akan meneruskan generasi bapak-bapak yang akan datang, dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut terus dan memberi tambahan acara-acara lagi biar lebih kompak”.

DPD LDII Provinsi Banten Bekerjasama Dengan SENKOM Mitra Polri Provinsi Banten Membentuk Posko Mudik Lebaran 1429 H/2008


Sebagai bentuk rasa simpatik terhadap para pemudik lebaran, DPD LDII Provinsi Banten membentuk Posko Mudik Lebaran 1429 H/2008 M, untuk tahun ini DPD LDII Provinsi Banten bekerjasama dengan SENKOM Mitra Polri Provinsi Banten, ada nya kerjasama ini dapat memaksimalkan layanan kepada para pemudik, karena posko ini dilengkapi dengan sarana komunikasi radio.

Lokasi posko ini berada di depan Terminal terpadu pelabuhan Merak yang baru. Posko ini akan beroperasi mulai H-3 hingga H+2, posko ini selain dilengkapi sarana telekomunikasi radio milik SENKOM Mitra Polri Provinsi Banten juga dilengkapi tempat istirahat, mushola, dan takjil sederhana. Selain itu anggota SENKOM Mitra Polri juga turut membantu pihak keamanan mengatasi kemacetan yang terjadi di pelabuhan merak.

"Pembentukan posko ini sebagai bentuk kepedulian LDII terhadap masyarakat terutama para pemudik lebaran yang melalui pelabuhan Merak, selain itu posko ini termasuk dari rangkai 70 posko yang didirikan oleh LDII dari mulai Lampung sampai dengan Bali" Ujar Bapak Budi Hartono Ketua DPD LDII Provinsi Banten disela-sela persiapan posko. "Diharapkan posko ini dapat membantu para pemudik untuk menghilangkan kelelahan atau untuk sholat" Tambah Bapak Sumarno Ketua SENKOM Mitra Polri Provinsi Banten. (AB)

LDII Adakan I'tikaf Bersama di Masjid Al-Bina Jakarta


Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar itikaf akbar yang berlangsung di Masjid Al-bina, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan pada Minggu malam 21 September kemarin. Acara ini dihadiri ribuan orang hingga masjid serta pelatarannya penuh sesak. Hadir dalam i’tikaf bersama ini adalah beberapa ormas, perwakilan dari Depag, perwakilan dari MUI Pusat, para penulis buku “LDII After New Paradigm” dan beberapa undangan lainnya.

Acara dengan tajuk “Dengan I’tikaf Kita Membangun Akhlaq Bangsa” ini dimulai setelah sholat tarwih dan selesai sampai waktu sahur. Tujuan digelarnya i’tikaf bersama ini antara lain adalah untuk memanjatkan doa bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Seperti permasalahan kemiskinan hingga masalah kemaksiatan. Acara ini juga sebagai upaya menghidupkan sunah nabi pada 10 malam terakhir Ramadan. Pada acara i’tikaf ini juga diselingi pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu di Jakarta.

Untuk mendukung mudik Lebaran tahun ini, LDII menyatakan juga akan menggelar aksi simpatik dengan mendirikan 30 posko mudik di sepanjang Pulau Jawa dan Sumatra.

Nasehat Untuk Raja Dzalim

Seorang gadis kecil sedang berada di rumah sendirian. Ketika ia melongok ke luar jendela, dilihatnya seorang lelaki agak tua menuju pintu rumahnya. “Siapa gerangan?”, pikirnya. “Sepertinya bukan orang dari lingkungan sekitar sini”.

Benar, tak lama kemudian terdengar ucapan, “Assalamu’alaikum”. “Wa’alaikumussalam”,jawab gadis itu. “Oh, mari silahkan masuk tuan.. Mungkin sebentar lagi orang tua kami juga akan pulang. Karena setiap mahgrib kami selalu shalat berjamaah”. Tamu itu terpana. Ia mundur selangkah seraya bertanya, “Di mana orang tuamu? Mengapa gadis kecil sepertimu berani mempersilahkan aku masuk? Padahal kau kan belum kenal siapa aku?”“Ayah pernah mengatakan bahwa siapa saja yang mengucapkan salam, tentunya itu orang yang baik. Demikian juga almarhum ibuku mengatakan bahwa salam itu berarti mendoakan keselamatan dan memohonkan rahmat Alloh”, jawab gadis itu. Tamu itu kagum mendengar ucapan gadis kecil itu. Karenanya ia merasa malu dan merasa tanggung jawab untuk berlaku sopan. Tetapi ia masih ingin menguji gadis itu.“Apakah engkau tidak merasa takut tinggal di rumah sendirian?”“Siapa bilang saya sendirian tuan. Saya dan begitu juga dengan tuan tidak pernah sendirian. Kita semua selalu didampingi pengawal setia malaikat yang akan mencatat segala amal perbuatan kita yang harus kita pertanggungjawabkan di hari kiamat nanti. Tentu saja tuan lebih tahu daripada saya…”, potong gadis kecil itu.Tamu itu menunduk dan berfikir..”Pantas kampung ini tampak nyaman, aman, bersih, segar, karena hampir tiada gerak untuk iblis di sini”, gumamnya dalam hati. Ketika ayah gadis itu pulang, keduanya berjabat tangan dengan akrab. Tuan rumah mengijinkan sang tamu itu bermalam di rumahnya. “Di sini jauh dari kota. Jadi yang bisa kami hidangkan hanya susu perasan sendiri. Silahkan tuan”, ucap orang tua gadis tersebut mengeluarkan hidangan seadanya. “Alhamdulillah!” ucap tamu itu. “Mari diminum tuan!” Setelah keduanya minum susu perahan itu, sang tamu kemudian bertanya,”Berapakah susu yang dapat diperah setiap hari, dan berapa ongkosnya?”“Kira-kira tiga puluh liter setiap harinya, dan tidak pakai ongkos karena rumputnya tinggal dicari dan kami menggembalakannya sendiri. Jadi, tidak harus mengeluarkan upah untuk orang lain”. Tamu itu mengerutkan dahi,”Se-harusnya ada upeti buat raja di sini karena hasilnya cukup lumayan banyak”, kata sang tamu.“Tapi…”, sela gadis kecil yang sejak tadi duduk bersama ayahnya itu. “Semua barokah Alloh akan sirna jika raja selalu menarik upeti dari rakyat. Karena itu adalah kedzaliman.” Lagi-lagi sang tamu itu terperanjat mendengar ucapan gadis kecil itu. Seolah-olah ia merasa tersindir. Alangkah lancangnya mulut anak ini. Gadis yang sejak pertama dikaguminya itu, seakan-akan telah membaca suara hati dan niatnya. Sehingga semalaman ia sulit memejamkan matanya. Tetapi memang diakuinya bahwa betapa aman, tenang dan sederhananya hidup bapak dan anak itu. Tentu saja semua ini karena keyakinannya atas barokah Alloh SWT.

Pagi harinya, seusai shalat subuh, sang tamu diberi hidangan makanan dan susu. Tapi tiba-tiba, gadis kecil itu masuk dan berkata, “Tak seperti biasanya ayah! Sapi-sapi kita tak mau mengeluarkan susu. Apakah ada niat dari raja untuk menarik upeti kepada kita yang terpencil ini? Sebab bila raja berbuat dzalim, maka barokah Alloh akan hilang”.Tamu itu amat terkejut. Ia lalu segera keluar bersama gadis itu menuju ke tempat sapi-sapi yang sedang diperas itu, seraya berkata,”Tenangkan hatimu nak, raja tidak akan berbuat dzalim. Aku akan pergi menghadap raja ke istana. Akan kulaporkan kejadian disini, agar raja menjadi sadar. Jika ia baik dan berusaha mensejahterakan rakyatnya, tentu kita akan terus dibarokahi Alloh”. Baiklah”, kata gadis itu sambil mengangguk.Baru saja tamu itu menyelesaikan kalimatnya, gadis itu mulai mencoba lagi memerah susu. Dan sungguh ajaib, susu itu keluar lagi dengan lancarnya karena raja telah membatalkan niatnya yang buruk untuk menuntut upeti. Tanpa sepengetahuan gadis kecil dan ayahnya ternyata tamu yang menginap semalaman tersebut adalah tidak lain sang raja sendiri yang sedang menyamar melihat-lihat keadaan rakyatnya. Pada mulanya memang ia berniat untuk mencari sumber-sumber baru untuk bisa menarik upeti. Tapi akhirnya dengan kejadian tersebut, sang raja pun akhirnya membatalkan niatnya. Demikianlah kiranya dapat kita mengerti, bahwa kedzaliman seorang pemimpin, hanya akan membawa kesengsaraan bagi rakyatnya, dan dijauhkan dari barokah Alloh SWT. [Ust.H. Dave Ariant Yusuf]

Sumber : Nuansa Online

DPD LDII Provinsi Banten Memperingati Nuzulul Qur'an 1429 H

Ketua Komisi Fatwa MUI PUSAT lakukan tausyiah di Masjid Al Musawwa, Kramatwatu Serang. Banten

Pada tanggal 18 Romadhon 1429H lalu, DPD LDII Banten memperingati Nuzulul Qur’an 1429 H, dalam acara Nuzulul Qur’an kali ini diisi dengan pengajian Qiro’atul Sab’ah dan tausyiah. Sebetulnya acara tausyiah khususnya di bulan Romadhon bagi LDII merupakan agenda rutin diseluruh tingkatan mulai PAC hingga DPD LDII Provinsi Banten. Selain dalam rangka memaksimalkan menjaring berkah dibulan suci, acara ini menjadi ajang silaturohim para warga masyarakat dan ulama sekitar. Pemberi tausyiah biasanya selain dari ulama LDII juga diisi dari MUI dan instansi pemerintahan serta sesama ormas keagamaan lain . Namun acara yang diselenggarakan secara terpusat di Masjid Al Musawwa Kramatwatu Serang, Banten kali ini sangatlah lain, Bapak KH Ma’ruf Amin, selaku Ketua komisi fatwa MUI Pusat dan Dewan Penasihat Presiden RI berkenan hadir bersilaturohim dan memberikan tausiyah nya. Lebih dari 200 tamu undangan dan 800 warga LDII dan masyarakat sekitar masjid memenuhi Masjid Al Musawwa. Undangan hadir dari berbagai instansi pemerintah, ormas keagamaan dan para tokoh masyarakat mulai tingkat RT sampai dengan Provinsi.

“ Alhamdulilah, LDII di Banten sudah biasa menghadirkan ulama dari MUI Pusat, namun hari ini kami sangat berbahagia karena hampir ulama diseluruh tingkat dapat hadir di Mesjid Al Musawwa bersilaturohim dengan seluruh warga” Budi Hartono Ketua DPD LDII Prov Banten mengungkapkan kegembiraannya.

Acara berlangsung hikmat dimulai sejak sholat Isya’ dilanjut dengan sholat Tarawih. Kemudian undangan bersama sama mengikuti pengajian Al Qur’an, Ustadz Patria Nur dan Ustadz Brien Hariman mengenalkan ilmu membaca Al Qur’an Qiro’atul Sab’ah kepada para undangan, kemudian diakhiri dengan acara puncak Tausiyah oleh Bapak KH. Ma’ruf Amin dan sebagai do’a penutup dibawakan oleh Ketua MUI Banten Bapak KH. Aminudin Ibrahim, LML.

Bpk KH Ma’ruf Amin didalam tausyiahnya berpesan agar Al Qur’an dapat dipegang oleh umat Islam sebagai pedoman hidup sehari hari secara proporsional. Hati-hati terhadap gerakan yang mendistorsikan Al Qur’an dari umat dengan tujuan memberikan pemahaman yang salah kepada Al Qur’an sehingga tanpa terasa umat Islam menjadi jauh dari yang diperintahkan Allah dan Rasulnya, dan akhirnya Al Qur’an tinggal menjadi sebatas simbol agama saja”.

Para undangan setia mengikuti jalannya acara hingga tanpa terasa malam larut mengakhiri acara puncak tausyiah. “Semoga kegiatan silaturohim ini tidak hanya dimaksimalkan di bulan Romadhon saja, tugas ulama dan pemerintah sangat banyak. Mari kita mencari persamaan, bersama sama bahu membahu membangun umat dan memerangi kebodohan serta kemiskinan. ” komentar salah satu tokoh masyarakat yang hadir mengikuti tausyiah.

Pembagian Cinderamata Bagi Khafilah Peserta MTQ

Provinsi Banten mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan MTQ tingkat Nasional XXII, pada bulan Juni 2008. Suatu kehormatan bagi masyarakat Banten dapat menyelenggarakan perhelatan akbar ini.

Alhamdulillah MTQ tingkat Nasional XXII yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Provinsi Banten ini dapat berjalan dengan lancar walaupun kekurangan disana-sani masih ada tapi secara keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar, acara ini sendiri di buka oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan di tutup oleh Bapak Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Tahun ini sebagai juara umum adalah khafilah dari DKI Jakarta sedangkan provinsi Banten sendiri pada urutan ke 2.

Dalam rangka ikut mensukseskan perhelatan akbar ini, DPD LDII Provinsi Banten turut serta mensukseskan MTQ tingkat Nasional XXII baik berupa pemasangan spanduk maupun pemberian cinderamata kepada khafilah peserta MTQ berupa payung. Menurut beberapa khafilah payung ini sangat bermanfaat bagi peserta.

Selain itu saat DPD LDII Provinsi Banten membagikan cinderamata, kami bertemu seorang wagra LDII yang menjadi pimpinan khafilah dari Provinsi Jawa Timur.

Gotong Royong Membangun Masjid

Hari Minggu tanggal 31 Agustus 2008 lalu, warga PAC LDII Harjatani bersama warga sekitar bergotong royong membangun sarana ibadah mesjid di salah satu kompleks perumahan di kampung Cigodag Harjatani.

Menurut salah satu warga di kompleks perumahan tersebut Giyono "Pembangunan mesjid ini sangat berguna bagi warga dalam menjalankan ibadah, selama ini mesjid yang ada sangat jauh. Kami berterima kasih kepada PAC LDII Desa Harjatani yang sudah membantu pembangunan mesjid ini"

"Ini salah satu bentuk kepedulian warga LDII terhadap warga sekitar terutama dalam hal pembangunan akhlak dan moral manusia" menurut Nirwansyah, SE selaku ketua PAC LDII Desa Harjatani.
"Pembangunan mesjid ini terus akan kami bantu, kalau perlu sampai mesjid ini selesai dan kami berharap mesjid ini dapat berguna bagi warga kompleks perumahan ini" tambah Ketua PAC LDII Desa Harjatani.

Jumat, 26 September 2008

Suryo Agung Wibowo : Puasa Bentuk Tubuh Jadi Ringan

Image
Tak ada halangan bagi seseorang untuk tidak berpuasa, termasuk bagi seorang atlet seperti Suryo Agung Wibowo, sprinter andalan Indonesia. Meski tetap menahan lapar dan haus, Suryo juga konsisten berlatih rutin lari.'

'Tubuh saya kian ringan dan lari menjadi lebih cepat,'' ujar peraih medali emas lari 100 dan 200 meter SEA Games 2007 kepada Republika, Senin (15/9).


Diakuinya, berpuasa dengan tetap harus melakukan latihan memang terasa berat. Namun, jika itu dilakukan secara ikhlas dan menjadi kebiasaan, rasa haus dan lapar tak akan terasa.

Untuk membunuh rasa ingin mereguk air mineral, Suryo harus melawan ilusinya itu dengan semangat tinggi. Hal itu, katanya, terasa saat cuaca panas dan tenggorokan terasa kering.

Pria kelahiran Solo, 8 Oktober 1983, ini menyatakan dalam berpuasa ini porsi latihannya berkurang dibanding hari biasa. Pada hari biasa dia harus rutin berlatih pagi dan sore. Tapi, di bulan puasa ini hanya dilakukan pada sore hari antara pukul 16.00-17.00 WIB.

Pengurangan porsi latihan ini juga atas izin dari pelatihnya, Robert Balat. Sebelumnya, pelatih asal Australia itu menghendaki dirinya tetap berlatih seperti biasa, yakni pagi dan sore. Tapi, Balat akhirnya menyadari setelah melihat Suryo menjalani ibadah puasa itu.

''Kebetulan sekarang tidak ada even besar sehingga latihan saya berkurang. Meski begitu, saya tetap menjaga kondisi dengan sedikit latihan ringan,'' lanjutnya.

Prestasi Suryo Agung di jalur atletik dibuktikan dengan keberhasilannya menembus medali emas SEA Games untuk lari 100 meter dengan kecepatan 10,25 detik. Prestasi itu sekaligus memecahkan rekor dan dengan kecepatan itu menjadikan Suryo masuk atlet Olimpiade Beijing 2008.

Sayang di Beijing Suryo tidak bisa berbuat banyak. Persaingan lari cepat di jajaran dunia saat ini rata-rata ditempuh dengan catatan waktu di bawah 10 detik. Akhirnya, Suryo hanya berhasil lari dengan kecepatatan 10,40 detik.

Suryo menambahkan, agar tubuh tetap fit dalam berpuasa yang harus diperhatikan adalah makanan yang mengandung protein tinggi. Itu, katanya, dilahapnya saat berbuka dan sahur. Bila perlu menambah kebutuhan vitamin dengan mengonsumsi makanan tambahan.

Supaya lebih khusuk dalam menjalani ibadah puasa ini, Suryo memilih pulang kampung di Solo, Jawa Tengah. Dengan berkumpul bersama keluarga inilah Suryo semakin merasakan nikmatnya berpuasa dekat dengan orang tua dan keluarga. Apalagi, ia bisa menjalani shalat tarawih bersama.

''Saya pernah sekali tidak berpuasa karena harus ikut Thailand Open tahun 2007. Rasanya sangat menyesal sekali. Tapi bagaimana lagi, ketika itu saya harus membuktikan yang terbaik. Di situlah terasakan makna lomba di bawah terik matahari,'' tambahnya. lhk

Sumber Foto : www.alief.wordpress.com