Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2008

NU, LDII dan PKS Santuni Yatim dan Lansia

Ratusan anak yatim piatu dan lansia memperoleh santunan dari sejumlah organisasi di Kabupaten Demak. Semalam, NU dan LDII Mranggen telah menyantuni 75 anak yatim dan lansia di Masjid Baitunnaim, Kembngarum Mranggen. Sedangkan Sabtu pagi tadi, Paguyuban Keluarga Sejahtera (PKS) Sedyo Basuki Demak juga melakukan hal yang sama, di kediaman almarhum H Zaenuri Eksan di Jalan Bhayangkara 31 Demak.

KH Abdurohman, ketua panitia mengatakan, pemberian santunan ini dalam rangka menyambut 10 Muharam. Adapun kerja sama warga NU dan LDII Kecamatan Mranggen dalam menyantuni yatim piatu akan dilakukan secara berkesinambungan. Bila dibanding tahun lalu, jumlah penerima santunan kali ini lebih banyak.

Sedangkan Supardi SSos MSi, Ketua LDII Kecamatan Mranggen menambahkan, LDII memperhatikan lingkungan. Terlebih lagi terhadap yatim piatu. Meski jumlah santunan relatif kecil, namun diharapkan bisa meringankan beban mereka.

“Pemberian yang sudah berlangsung beberapa tahun ini, ke depan diharapkan bisa lebih baik lagi. Sebab, pemberian santunan kepada yatim piatu dan lansia merupakan langkah positif,” tambahnya.

Kerja sama warga NU dan LDII Mranggen kedepan bisa lebih ditingkatkan. Bahkan diharapkan bisa berlangsung hingga hari akhir nanti. “Kerukunan sesama muslim terus dijalin dan ditingkatkan. Sehingga bisa berbuat lebih banyak untuk sesama. Karena orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain,” ujarnya.

Sementara Ketua MUI Mranggen, KH Sonhaji Sulaiman yang hadir dalam acara itu menjelaskan, kerja sama kemanusiaan yang dilakukan NU dan LDII patut dicontoh. Karena sesama muslim memang harus begitu. Terlebih lagi kedua organisasi ini peka terhadap keadaan lingkungan.

“Kerukunan ini bisa lebih ditingkatkan, dengan cara mengendeng organisasi lain. Meski tidak muslim asal tidak memusuhi Islam, tak ada salahnya bila kita ajak kerja sama dan kita rangkul,” pungkasnya.

Sedangkan santunan kepada 40 anak yatim diserahkan langsung oleh Ketua PKS Sedyo Basuki Siti Nurhayati, disaksikan Ketua RT 06/07 Kelurahan Bintoro Hadiri SPd dan segenap warga Bhayangkara.

Pada saat sama masyarakat Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu di Masjid Al Mutaqin, yang dilanjutkan dengan pengajian umum.

Ketua panitia KH Abu Mansur menyampaikan, dana santunan yang diberikan kepada para yatim merupakan sumbangan para jemaah masjid dan sejumlah donatur.

Sementara Kapolres Demak AKBP Eko Indra HS memeringati Hari Asyura dengan mengajak puluhan anak yatim ke tempat rekreasi. Selain memberikan hiburan sambil mengisi liburan sekolah para anak yatim, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak personel polres tentang cara berbagi dengan sesama. Sebagaimana makna tersirat dari Lebaran Yatim itu sendiri. ssi/Jon (http://www.wawasandigital.com)

Pembagian Cinderamata Bagi Khafilah Peserta MTQ

Provinsi Banten mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan MTQ tingkat Nasional XXII, pada bulan Juni 2008. Suatu kehormatan bagi masyarakat Banten dapat menyelenggarakan perhelatan akbar ini.

Alhamdulillah MTQ tingkat Nasional XXII yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Provinsi Banten ini dapat berjalan dengan lancar walaupun kekurangan disana-sani masih ada tapi secara keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar, acara ini sendiri di buka oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan di tutup oleh Bapak Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Tahun ini sebagai juara umum adalah khafilah dari DKI Jakarta sedangkan provinsi Banten sendiri pada urutan ke 2.

Dalam rangka ikut mensukseskan perhelatan akbar ini, DPD LDII Provinsi Banten turut serta mensukseskan MTQ tingkat Nasional XXII baik berupa pemasangan spanduk maupun pemberian cinderamata kepada khafilah peserta MTQ berupa payung. Menurut beberapa khafilah payung ini sangat bermanfaat bagi peserta.

Selain itu saat DPD LDII Provinsi Banten membagikan cinderamata, kami bertemu seorang wagra LDII yang menjadi pimpinan khafilah dari Provinsi Jawa Timur.

Rabu, 10 September 2008

Malam Lailatul Qadar : Masjid di Aceh Ramai dengan Orang I’tikaf

Kamis, 04-10-2007


MedanBisnis – Banda Aceh
Ratusan umat Islam di Kota Banda Aceh ikut meramaikan masjid pada malam ke-21 puasa Ramadhan untuk melaksanakan “i’tikaf” (berdiam diri) mencari kefadhalan “lailatul qadar” yang merupakan malam penuh berkah lebih baik dari seribu bulan.

Pemantauan watawan Selasa malam di Banda Aceh, pada malam pertama dari sepuluh malam akhir puasa, umat Islam di daerah itu meramaikan masjid-masjid untuk meningkatkan ibadah sampai menjelang sahur dalam rangka mencari lailatul qadar.
Masjid Al-Furqan di Desa Beurawe dan Masjid Baiturrahim di Desa Ateuk Pahlawan dipenuhi warga dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Masjid Al-Mukmin di Desa Lamgugob dipadati warga dan simpatisan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Kegiatan i’tikaf yang sudah menjadi ibadah rutin selama bulan suci Ramadhan tersebut dimulai dari Shalat Magrib sampai menjelang sahur. Wakil Sekretaris DPW PKS Aceh Nasrul Wahdi menyatakan, ibadah i’tikaf sudah menjadi kegiatan rutin warga PKS untuk mencari kefadhalan lailatur qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Berdasarkan firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Qadar, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) saat lailatul qadar. Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”
Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
“Karena kita tidak tahu menentukan malam ganjil yang keberapa lailatul qadar akan turun, maka dianjurkan setiap malam melaksanakan i’tikaf. Kalau setiap malam kita melakukan i’tikaf, sudah dipastikan akan menemukan lailatul qadar,” kata Ketua DPD LDII Kota Banda Aceh H Zaini.
Nasrul menyatakan, kegiatan tersebut diisi dengan ceramah agama, salat sunah, dan tadarusan. Zaini menyatakan, kegiatan i’tikaf selama sepuluh malam terakhir itu merupakan ibadah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Oleh karenanya, untuk mendapatkan lailatul qadar tersebut pihaknya mengajak seluruh warga LDII dan umat Islam lainnya untuk beri’tikaf di masjid-masjid, apalagi di Aceh sekarang ini diterapkan syariat Islam, katanya.
Remaja Mesjid Quba Bebesen menggelar berbagai lomba dalam memeriahkan malam Nuzul Qur?an. Berbagai lomba yang digelar sepekan sebelum malam Nuzul Qur?an itu masing-masing, MTQ, Asmaul Husna, Lomba Azan, dan lomba Imam Remaja.
Sementara itu, dari Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan, Remaja Masjid Quba Bebesen, menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan malam Nuzulul Quran. (ant)

Sumber : Medan Bisnis Online

10.000 Orang Gelar Doa agar Kelud Tidak Meletus

Senin, 29-10-2007

MedanBisnis – Kediri
Sedikitnya 10.000 orang yang merupakan anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar doa bersama di Kediri, Jawa Timur, agar Gunung Kelud tidak meletus. Doa bersama untuk Gunung Kelud itu dilakukan sebelum acara halalbihalal di Ponpes LDII, kawasan Burengan, Kota Kediri, dimulai Minggu (28/10) pukul 10.00 WIB.

Dengan dipimpin seorang imam, ribuan pengikut LDII mengamini agar Gunung Kelud tidak jadi mele­tus atau kalau memang meletus tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda.
Ketua DPD LDII Jatim Chriswanto Santoso mengatakan, banyak pengikut LDII yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I Gunung Kelud, baik di Kabupaten Kediri maupun di Kabupaten Blitar.
Oleh sebab itu, pihaknya sangat memperhatikan informasi sekecil apapun mengenai aktivitas Gunung Kelud selama beberapa hari terakhir.
Selain itu, kata dia, DPD LDII Jatim telah menerjunkan sedikitnya 100 orang tenaga sukarelawan untuk membantu proses evakuasi warga yang masih tinggal di KRB I Gunung Kelud.
“Kami juga mendirikan lima unit posko di beberapa tempat pengungsian baik di Kabupaten Kediri maupun di Kabupaten Blitar,” jelas Chriswanto.
Sementara, data dari Pos Pe­ngamatan Gunung Api (PPGA) Kelud, di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menyebutkan selama 12 jam (00.00-12.00 WIB) telah terjadi enam kali gempa tremor, dua kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, dan enam kali gempa tektonik jauh.
Pada pukul 06.00 hingga 12.00 suhu air danau kawah telah mencapai 39,2 derajat celsius pada kedalaman 15 meter, 38,1 di kedalaman 10 meter, dan 37,4 pada bagian permukaan.
Sampai berita ini diturunkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) masih menetapkan Gunung Kelud berstatus awas (level IV) kendati sebelumnya sempat berwacana akan menurunkan status gunung yang berketinggian 1.731 meter dari permukaan laut itu. (ant)

Sumber : Medan Bisnis Online

LDII bukan Organisasi Terlarang

Senin, 07-04-2008
*ferry wahyudi

MedanBisnis – Medan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, diwakili Syafii Susanto MA, menegaskan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan organisasi keagamaan terlarang. Sebaliknya, keberadaan organisasi ini teramat dibutuhkan untuk membina umat Islam dalam kemaslahatan.

Hal itu dikemukakannya saat hadir dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kenaziran Mesjid Al Hakim Lingkungan II, Mabar Hilir, bekerja sama dengan LDII Kecamatan Medan Deli, Minggu (6/4). “Pada kurun waktu 2005-2006, saya sempat menerima instruksi dari pihak Departemen Agama agar memantau aktivitas LDII di Mesjid Alfalah. Tapi, setelah dicermati, ternyata ajaran LDII sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits,” papar Syafii Susanto, di hadapan ratusan warga LDII yang memadati halaman Mesjid Al Hakim.
Menurutnya, instruksi untuk memantau aktivitas LDII muncul akibat organisasi keagamaan itu terkesan tertutup dan eksklusif. Satu hal yang mendorong banyak pihak kemudian menilai negatif keberadaannya, bahkan segelintir pihak menuding organisasi ini menyebarkan ajaran sesat kepada masyarakat. Padahal, kata Syafii, ajarannya sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam pandangan kasat mata saja. Sebelum menilai, hendaknya masyarakat harus mengetahui secara mendalam suatu hal tersebut, sehingga tidak menimbulkan fitnah seperti yang terjadi pada LDII,” tegasnya.
Tentang kesan tertutup dan eksklusif ini, dibenarkan seorang tokoh LDII di Kecamatan Medan Deli, Ir Mahlil Gultom. Dikatakannya, selama ini aktivis LDII memang tidak pernah gembar-gembor dalam melaksanakan suatu kegiatan, terutama di bidang syiar keagaamaan, karena semata-mata hanya untuk beribadah kepada Sang Pencipta. “Hanya saja, seiring perjalanan waktu, kesan tertutup dan eksklusif itu justru menimbulkan kecurigaan dari masyarakat, bahkan menuai isu yang menyatakan ajaran LDII sesat. Padahal, kita hanya ingin menegakkan syiar Islam dalam rangka beribadah kepada Sang Khalik. Untuk itu, sejak dua tahun terakhir, LDII mencoba untuk membuka diri kepada masyarakat,” tegasnya.
Camat Medan Deli, diwakili Lurah Mabar Hilir, Erwin, menyambut positif keterbukaan yang dilakukan pihak LDII. Pasalnya, selama ini ia telah mendengar beragam aktivitas LDII di masyarakat yang dinilai sangat positif dalam membangun akidah umat. “Khusus di Lingkungan II, Mabar Hilir ini, sejumlah kegiatan yang digagas LDII setempat bersama masyarakat terbukti mampu mengarahkan secara positif potensi masyarakatnya. Untuk anak-anak, ada kegiatan pencak silat yang tergabung dalam Perguruan silat nasional Aman Sehat Ampuh Damai (Persinas ASAD), ada wadah Sentral komunikasi (Senkom) mitra Polri binaan Poldasu dan juga pengajian rutin secara intensif. Bahkan, kalangan remaja di Lingkungan II ini tidak lagi mengenal waktu malam minggu karena terlibat pengajian. Artinya, ini merupakan suatu kegiatan yang positif dan patut didukung,” tuturnya.
Sementara itu, Ustad Drs Nurtuah SAg, dalam tausiahnya menjelaskan kepada masyarakat seputar pentingnya memperingati Maulud Nabi. “Kalau Maulid hanya sebatas membahas seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun disampaikan para mubaligh saat memperingati Maulid. Tapi, kalau Maulid, lebih dari itu, kita diajak merenung untuk apa Nabi Muhammad itu lahir ke dunia. Jadi, melalui peringatan Maulid ini, kita diharapkan mampu mengembangkan perilaku yang terpuji di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Tampak hadir pada kegiatan itu, Pimpinan LDII Kecamatan Medan Deli, Irwanto, Sekretaris LDII Medan Deli, Iwan Tirta, Pembina Persinas ASAD, AKP Suwito Widodo, serta ratusan warga setempat.

Sumber : Medan Bisnis Online